Pekanbaru (03/11/2025) — Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Dr. Ahmad Ali, MD., MA. melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Miftahul Huda, yang berlokasi di Jalan Tuah Karya, Gang Buntu Indah, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, pada Senin malam (03/11).
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Ustadz Dwi Pramono, Lc., M.S.I., Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pimpinan pondok, para santri, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Ali menjelaskan bahwa kunjungannya ke PPPM Miftahul Huda merupakan bagian dari observasi lapangan dalam rangkaian program 8 Klaster Pengabdian LDII untuk Bangsa, khususnya di bidang pendidikan.
“Kami melihat langsung bagaimana pelaksanaan salah satu klaster pengabdian LDII, yakni bidang pendidikan, yang diwujudkan melalui keberadaan Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Miftahul Huda. Program ini menjadi bagian penting dari kontribusi DPW LDII Provinsi Riau dalam memperkuat karakter dan kapasitas generasi muda,” ujarnya.
Selain meninjau kegiatan pesantren, Dr. Ahmad Ali juga mengapresiasi dialog interaktif yang diselenggarakan oleh DPW LDII Riau dengan tema “Penerapan Nilai Kebajikan LDII untuk Penguatan Kapasitas SDM Profesional dan Religius Melalui Pembumian Klaster Karya Kontributif serta Pendidikan 29 Karakter Luhur Jamaah di Provinsi Riau.”
“Dialog seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai kebajikan dan karakter luhur di kalangan mahasiswa. Dengan karakter yang kuat, mereka akan tumbuh menjadi profesional yang religius dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Riau, Dr. Imam Suprayogi, ST., MT., menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan dukungan yang diberikan oleh Dr. Ahmad Ali.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran beliau di tengah para mahasiswa PPPM Miftahul Huda. Kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi kami dalam memperkuat program pendidikan karakter dan pengabdian masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini PPPM Miftahul Huda menampung 67 mahasiswa dari berbagai universitas di Riau, yang dibina untuk memperkuat aspek spiritual, akademis, dan sosial mereka.
“Kami merasa terhormat karena LDII Riau dijadikan salah satu objek observasi dalam penyusunan buku ketiga yang membahas tentang Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Imam Suprayogi berharap buku tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai kiprah LDII dalam membangun bangsa.
“Semoga buku yang akan diterbitkan nantinya dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus meluruskan persepsi yang kurang tepat tentang LDII. Kami ingin menunjukkan bahwa LDII berperan aktif dalam memperkuat semangat nasionalisme, pendidikan, dan kontribusi sosial,” pungkasnya.


