Jakarta (6/3) — Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 7–9 April 2026 di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta. Agenda lima tahunan ini menjadi momen penting bagi organisasi untuk menetapkan kepengurusan baru sekaligus merumuskan arah program kerja strategis ke depan.
Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa Munas X bukan sekadar forum organisasi, melainkan ruang strategis untuk memperkuat kontribusi LDII dalam menjawab berbagai tantangan bangsa. Ia menekankan pentingnya kesiapan menghadapi dinamika global yang turut memengaruhi kondisi nasional.
Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah krisis di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, situasi tersebut berdampak luas terhadap stabilitas dunia, mulai dari kenaikan harga energi, terganggunya rantai pasok global, hingga ancaman resesi ekonomi di berbagai negara.
Chriswanto mengingatkan bahwa jika tidak diantisipasi dengan baik, dampak krisis global dapat merembet ke persoalan sosial, seperti meningkatnya pengangguran, kemiskinan, hingga potensi konflik di masyarakat, termasuk di Indonesia.
Karena itu, Munas X LDII akan merumuskan berbagai terobosan dan solusi konkret untuk memperkuat ketahanan sosial, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong kemandirian ekonomi umat. Selain itu, sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen bangsa juga menjadi fokus utama, terutama dalam menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
LDII juga mengundang sejumlah pejabat tinggi pemerintah untuk memberikan pembekalan kepada para peserta, agar kepengurusan yang terbentuk mampu mengimplementasikan program kerja yang selaras dengan kebijakan nasional.

Chriswanto berharap Munas X dapat melahirkan kepemimpinan yang solid dan adaptif, sehingga LDII mampu terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan, baik di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Munas X LDII, Rulli Kuswahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan diikuti sekitar 800 peserta yang terdiri dari perwakilan pengurus LDII tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, ulama, serta pimpinan pondok pesantren.
Sebagai pelengkap, Munas X juga menghadirkan Gen Fest (Festival Generus), yang menampilkan kemandirian generasi muda LDII. Festival ini menghadirkan sekitar 80 stan dari berbagai sektor, seperti pendidikan, UMKM, travel umroh dan haji, hingga kuliner.
Tak hanya itu, Gen Fest juga menjadi wadah edukasi melalui berbagai talkshow di bidang industri kreatif. Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan Festival Seni Pencak Silat bekerja sama dengan Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD, sebagai upaya melestarikan budaya bangsa sekaligus membina karakter generasi muda.


