Berikut kondisi terkini warga Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara setelah terdampak bencana banjir bandang:
π Kerusakan dan Dampak Banjir
Desa Gedumbak nyaris lenyap akibat banjir bandang yang terjadi 27 November 2025 β sekitar 359 rumah warga hilang atau rata dengan tanah, hanya sekitar 41 rumah yang masih tersisa dari total sekitar 400 rumah sebelumnya.Banyak rumah tertimbun material banjir seperti kayu dan lumpur tebal, sehingga permukiman tampak hancur dan tidak layak huni.Banjir dan material kayu besar menyebar ke area permukiman, membuat lingkungan sangat berantakan dan aktivitas warga terhenti.

π§βπ€βπ§ Dampak pada Warga
Warga banyak yang terpaksa mengungsi dan tinggal sementara di tenda terpal karena rumahnya tidak bisa dihuni lagi. Akses menuju dan di dalam desa sempat terputus atau sangat terganggu karena lumpur dan kayu menutup jalan.Listrik padam, air bersih sulit didapat, serta fasilitas umum juga hancur sehingga kehidupan sehari-hari sangat terhambat.
β οΈ Korban & Bantuan
Beberapa warga dilaporkan hilang atau meninggal akibat musibah ini, termasuk sejumlah orang yang belum ditemukan meskipun sudah dilakukan pencarian. Bantuan darurat seperti air bersih, obat-obatan, dan bahan makanan telah mulai disalurkan oleh pemerintah dan relawan, meskipun kebutuhan masih besar.
Camat Langkahan turun langsung meninjau situasi banjir dan sempat berjuang menembus banjir demi menyalurkan bantuan ke warga yang terdampak karena akses jalan putus total dan wilayah terisolir akibat banjir besar. Dia mengatakan bahwa walaupun kondisi sangat sulit, pihak kecamatan tetap berusaha hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan.

π Menurut Reza, banjir bandang menghantam puluhan desa (termasuk Gedumbak) dan menyebabkan banyak warga terdampak serta akses darat terputus sehingga harus menggunakan jalur air untuk bantuan. Beliau juga menyebut bahwa banjir merusak tanggul irigasi dan mengakibatkan puluhan jembatan putus sehingga distribusi bantuan sangat terganggu.
π Intinya, Camat Langkahan menegaskan upaya terus dilakukan untuk menyalurkan bantuan meskipun kondisi medan dan akses sangat berat, dan beliau mengimbau pihak terkait untuk membantu membuka akses serta meringankan penderitaan masyarakat.

π§ββοΈ Komentar Bupati Aceh Utara β Ismail A. Jalil (Ayahwa)
Bupati Aceh Utara menyatakan duka yang mendalam atas kondisi warga dan situasi banjir bandang yang sangat parah. Beliau terharu dan sempat menangis saat menceritakan kondisi kehidupan warga terdampak β termasuk kerusakan rumah, terputusnya akses, dan bantuan yang belum merata sampai ke titik-titik terdalam.
Beliau juga memohon kepada pemerintah pusat dan provinsi agar bantuan lebih cepat disalurkan, termasuk permintaan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk para pengungsi supaya mereka tidak terlalu lama tinggal di tenda.
Ismail mengaku upaya penanganan di lapangan sangat berat, dengan listrik padam, saluran komunikasi putus, dan banyak warga masih belum tersentuh bantuan β sehingga koordinasi dengan pusat, provinsi, serta instansi lain terus dilakukan.
Penanganan darurat seperti pembersihan jalur akses dari lumpur dan kayu sedang dilakukan agar bantuan dan evakuasi lebih mudah. Pemerintah juga mulai memikirkan pembangunan hunian sementara untuk para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.
π Intinya
Camat Langkahan menyoroti kondisi teknis di lapangan: akses terputus, evakuasi sulit, dan kebutuhan bantuan yang sangat mendesak meskipun upaya terus dijalankan.
Bupati Aceh Utara menekankan kondisi kemanusiaan yang sangat berat, permohonan kepada pusat dan provinsi untuk percepatan bantuan, dan kebutuhan hunian sementara bagi korban bencana.
π Ringkasan: Warga Gedumbak saat ini hidup dalam kondisi pascabanjir yang sangat sulit β banyak rumah rusak atau hilang, akses terganggu, fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih tidak tersedia, dan banyak warga tinggal sementara di tempat pengungsian sambil menunggu bantuan dan pemulihan jangka panjang.


